Posted on

Installasi DHCP Server di Ubuntu

Kebutuhan Sistem

  • Paket DHCP Server
  • PC ubuntu

Langkah-langkah konfigurasi

  • Install paket DHCP server

~$ sudo apt-get install dhcp3-server

  • Rubah configurasi IP address eth0 ke static

~$ sudo ifconfig eth0 192.168.13.1 atau

~$ sudo nano /etc/network/interface


– Pada saat file interface terbuka tambahkan konfigurasi untuk IP static dibawah ini :

auto lo eth0

iface eth0 inet static

address 192.168.13.1

netmask 255.255.255.0

network 192.168.13.0

broadcast 192.168.13.255

iface lo inet loopback

– Kemudian save (ctrl+o) dan exit (ctrl+x)

  • Tentukan default interface yang akan digunakan sebagai DHCP Server

~$sudo nano /etc/default/dhcp3-server

– Cari tulisan INTERFACE=””, isikan eth0 sebagai default DHCP server sehingga menjadiINTERFACE=”eth0”.

– Bila default interface lebih dari satu bisa di tambahkan lagi interfacenya, misalINTERFACES=”eth0 eth1 eth2”.

Kemudian save (ctrl+o) dan exit (ctrl+x)


  • Langkah selanjutnya mengedit konfigurasi DHCP server

~$ sudo nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf

– Cari baris berikut :

# A slightly different configuration for an internal subnet.

#subnet 10.5.5.0 netmask {

# range 10.5.5.26 10.5.5.30;

# option domain-name-servers ns1.internal.example.org;

# option domain-name “internal.example.org”;

# option routers 10.5.5.1;

# option broadcast-address 10.5.5.31;

# default-lease-time 600;

# max-lease-time 7200;

#}

– Kemudian ganti dengan :

# A slightly different configuration for an internal subnet.

subnet 192.168.13.0 netmask 255.255.255.0 {

range 192.168.13.18 192.168.13.45;

option domain-name-servers 192.168.13.1;

option domain-name “farmot.net”;

option routers 192.168.13.1;

option broadcast-address 192.168.13.255;

default-lease-time 600;

max-lease-time 7200;

}

Kemudian save (ctrl+o) dan exit (ctrl+x)

  • Selanjutnya restart DHCP Server

~$ sudo /etc/init.d/dhcp3-server restart

– Akan ada pengecekan sistem bila masih ada error akan ditunjukan pada pesan [fail] saat DHCP server melakukan starting kembali.

– Bila terjadi bisa melihat pesan untuk diagnosis di syslog

~$ sudo tail /var/log/syslog

Kelompok kami mengalami error dan saat itu ip address belum tersetting seperti di konfigurasi DHCP server sehingga terjadi [fail], setelah diubah sesuai dengan konfigurasi DHCP server pesan [fail] telah menjadi [OK].

  • Pengujian DHCP server

– Pertama hubungkan komputer A sebagai DHCP server dengan komputer B sebagai client menggunakan kabel crossover.

– Saat pengetesan pertama masih menggunakan range IP 192.168.2.18 – 192.168.2.45 didapat IP address untuk client adalah 192.168.2.21 dan pada test yang kedua menggunakan range IP 192.168.13.18 – 192.168.13.45 didapat IP address untuk client adalah 192.168.13.18.

Analisis dan Kesimpulan

  • Jadi bisa disimpulkan bahwa untuk membuat DHCP server yang paling utama adalah merubah IP address server menjadi static untuk menghindari berubahnya IP address karena ada DHCP server yang lain dan konfigurasi IP address komputer server harus sesuai dengan IP address yang di set dalah konfigurasi DHCP server.
  • Dengan adanya DHCP pemakaian jaringan skala besar bisa dimanage dengan baik dalam hal pembagian IP Address kepada masing-masing clientnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s